Thursday, 27 July 2017

Saat Tak Bisa Patah Hati Lebih Lama

Kata orang obat terbaik untuk hati yang patah adalah jatuh cinta lagi. Aku setuju, sangat setuju bahkan. 

Setauku bahagianya jatuh cinta akan dapat menyamarkan kesedihan. Perasaan meluap-luapnya mengalahkan rasa putus asa.

Bukan tanpa sebab aku tiba-tiba membahas hal ini. Jika diperhatikan, beberapa waktu lalu aku pernah menuliskannya. 

Kala itu aku merasa ada yang tak beres dengan hati ini. Ada sakit yang terasa, ada sesak yang menyeruak. 

Baca jugaLoving can hurt.. sometimes

Tapi, belum lama rasa sakit itu memonopoli hati dan pikiran, saat ini ada hal lain, seseorang yang lain, yang tak membiarkanku patah hati lebih lama lagi. 

Dia bukan orang ketiga, kupastikan. Bisa dibilang hanya seseorang yang datang di waktu yang tepat. Dia seperti mentari pagi, tak hanya mencerahkan, tapi memberi harapan. 

Pernah kah kalian berada di situasi seperti ini? 

Ada perasaan menjadi orang jahat hanya karena tak ‘menikmati’ patah hati lebih lama kepada seseorang yang sebelumnya. Seolah kau gampang melupakan, dan beralih dengan bahagiamu yang baru. 

Entah, yang pasti kejadian ini cukup membuatku yakin bahwa obat terbaik patah hati ya jatuh cinta lagi. 

Sunday, 9 July 2017

#BnTaps, Tatapan Teduh, dan Keterlalukurusannya

suka banget mata (seakan) berair dia di foto ini
Setelah terakhir shensuuraku RKJ 21 Mei 2017, akhirnya gue nonton teater lagi. Alesan nonton tentu siapa lagi kalo bukan si anak nyebelin, Made my day Devi. 

Gue gak akan bahas satu-satu lagunya. Tapi intinya gue gak akan ngomentarin member lain karena gue gak perhatiin mereka.

Secara umum gue SUKA banget liat Devi di lagu Sonna Konna. Ekspresinya dapet, gerakan jangan ditanya lah ya. Apalagi ada di lagu itu gerakan mirip tari Bali. Wadudu juara banget deh. 

Terus kostum di lagu ini juga simple dan enak diliat. Kurusnya dia keliatan jelas. :3 Cuma sayang belum ada fotonya. 

Di luar itu gue suka liat dia di sepanjang show sih. Haha. Pokoknya mata gue milik dia kemaren. Ya sesekali lirik Eve. 

Dia bawain unit song Higurashi bareng Ruth. Sejujurnya gue lebih berharap dia bawain Himawari, tapi Higurashi bakal jadi tantangan baru buat dia nyoba bawain lagu duet.

kostum Higurashi
Positifnya dia akan jadi lebih diliat karena cuma dua orang di stage. Ekspresi dia cukup bagus. Mungkin karena gerakan lagunya yang 'gitu-gitu aja', dia akan sangat ditantang untuk gak bikin penonton bosan. 

Masuk di lagu laydown, gue ngerasa dia sedikit gak nyaman sama kostumnya. Apa perasaan gue doang ya. Jadi kostum dia tuh dress item dengan rok yang bisa dibilang pendek banget. Sering dia ‘kepergok’ nurunin roknya. 

Kerennya, dari segi gerakan ato ekspresi tetep aja keliatan bagus. Bener-bener keliatan banget nyoba untuk profesional. Tapi menurut gue harusnya sih bisa sedikit komplen ya ke manajemen kalo emg gak nyaman. Kan buat show Tim T juga nantinya. 


kostum Dreamin' girls
kostum Bingo

Friday, 30 June 2017

Loving can hurt.. sometimes

source: here
Loving can hurt
Loving can hurt sometimes
But it's the only thing that I know
When it gets hard
You know it can get hard sometimes
It is the only thing that makes us feel alive 

When the song was (incidentally) playing on my laptop, I realized something, I'm heartbroken now.


My heart broke (because of something that not important).

I don't know why, but it hurts.

The hurt is just the same as when a relationship ends. The relationship was forced to end. 
You wanted it to continue, but you knew if it continued, it would not go well.

The heart is sometimes... always connected to logic. The heart and logic compete against each other. The heart always gives the idea a second chance is possible, but logic tells us the opposite: it's over, finished..no second chance is possible.


For someone, I'm sorry. It seems that I will need a long time to restore the feeling of being excited as I used to be, even to restore the feeling that 'nothing happened'.


I need (more) time. I need my own time. And maybe I need someone else. Maybe.


Loving can heal
Loving can mend your soul 

Tuesday, 20 June 2017

Member JKT48 Suka K-Pop, Terus Kenapa?

Akhir-akhir ini di fandom 48 rame dibahas soal member yang ‘korea-koreaan’. Sebenernya boleh gak sih?

Menurut gue, hal itu bukan ‘boleh atau gak’. Tentu setiap member boleh suka akan apa dan siapa. Termasuk suka KPop yang di sini industrinya beririsan dengan industri musik 48. 

Mungkin yang harus dipertanyakan adalah ‘baik atau gak’ kalo hal tersebut terlalu sering dibahas atau diumbar di sosial media. 

Ini bukan soal pembatasan hak mereka untuk suka sesuatu. Ini lebih soal etika ke tempat kerja. Gimanapun mereka kerja itungannya karena nerima gaji tiap bulan. 

Gue belum tahu sebenernya kebijakan manajemen 48, khususnya JKT48, itu kayak gimana. Siapa tau mereka udah ngasih lampu ijo ke membernya untuk bebas bahas kpop di sosmed mereka. 

Siapa tau kan?

Tapi.. di luar izin itu ada ato gak. Menurut gue fans-fans yang gak setuju member terlalu sering bahas kpop di sosmed ini mengacu ke kaidah umum. Secara umum di etika pekerjaan yaa emang gitu sebaiknya. Bahkan biasanya gak tertulis di kontrak kerja. Balik ke pegawainya sendiri. 

Misal lo kerja di Bukalapak, tapi ada fitur-fitur yang lo ngerasa kalo Tokopedia lebih bagus. Lo tentu boleh pake jasa Tokopedia untuk kirim barang. Tapi apa etis kalo lo bahas-bahas itu di sosmed?

Tentu beda kalo lo kerja di Bukalapak dan lo suka JKT48. Menurut gue gak akan jadi masalah seandainya sosmed lo isinya JKT48 semua. Karena itu tadi, bisnisnya gak beririsan. 

Jadi soal ini, balik lagi ke manajemen, mereka mau tegas gak ke para membernya. Tegas antara boleh atau gak. Kalo boleh ya boleh, gak ya gak.  

Gak ada yang salah dengan fans yang ngungkapin pendapatnya di sosmed soal ini. Baik pendapat pro atau kontra. Yang salah adalah justru malah ribut antar fans gara-gara ini.

Please lah. Don't we have many things more important than this?

Wednesday, 17 May 2017

Titik Balik (Part 2)

Loading..

Thursday, 20 April 2017

Menginjak Sydney dan Canberra

Akhirnya menginjak Canberra dan Sydney. Australia menjadi perjalanan luar negeri pertama gue tahun ini. Pake kata 'pertama' karena berharap akan ada perjalanan kedua (dan mungkin seterusnya). Amin. :D

Gue tiba di Sydney pada Selasa (28/3) pagi. Perjalanan dari Jakarta sekitar 6-7 jam. Karena ini pertama kali gue ke Aussie, otomatis ini pertama kali juga naik Qantas Airlines.


Review-nya lumayan nyaman. Ya standarlah, enak. Gak ada keluhan atau apa. Gue berangkat dari Jakarta jam 20.00 WIB, nyampe Sydney besoknya jam 07.30-an waktu setempat. Perbedaan waktu Jakarta-Sydney itu 4 jam lebih cepet di Sydney.

Makanan di pesawat
Seperti biasa, gue termasuk yang susah tidur di pesawat. Jadi selama waktu itu gue kayaknya tidur gak lebih dari 1 jam.

Nyampe Sydney, mata cukup panas karena kurang tidur. Tapi sayangnya, langsung ada acara jam 12.00 di Canberra. Gimana gak ngantuk banget coba. ZzZz


Sydney ke Canberra kita numpang Virgin Airways. Perjalanan sekitar 1 jam. Pesawatnya kecil, dan penuh. Jadi de javu pas naik dari Wamena ke Jayapura.

Orang-orang yang satu pesawat sama gue pakeannya eksmud-eksmud gitu. Gimana gak, Canberra itu kan Ibu Kota pemerintahan Aussie.

Fyi, baik di Bandara Sydney maupun Canberra kalo mau pake troli harus bayar AUD 4 atau sekitar Rp 41 ribu.

Abis ambil bagasi kita langsung ke hotel yang jaraknya sekitar 15 menit dari bandara. Nama hotelnya Kurrajong. Bangunannya kayak rumah gitu. Meskipun dari luar kayak bangunan tua, perabotan dalem kamarnya tetep aja modern.

Satu hal yang gak bikin nyaman di Aussie adalah toiletnya. Dry toilet gitu. Sama kayak Hong Kong dan China. :( Sebagai orang Indo kalo pup pasti berasa gimana gitu.

Review soal hotelnya, asik sih. Meskipun gue awalnya cukup kerepotan nyari di mana kamar 132. Terlalu banyak lorong.

Secara umum Canberra adalah kota yang tenang dan cenderung sepi. Nyaman sih, cocok buat orang macem gue. Lebih suka suasana tenang daripada rame.

Selain lokasi acara diskusi dan macem-macem, di Canberra juga gue sempet ngunjungin Gedung Parlemen. Diajak muter-muter Parlemen dan sempet naik di lantai paling atasnya. Pemandangan dari atas baguuuuus banget. Meskipun terik, tapi anginnya sejuk.

Gedung Parlemen Ausssie gak segede di Indo, tapi arsitekturnya modern dan 'padet' gitu. Tiap sudut berguna istilahnya. Sayang gak boleh liat suasana sidangnya, padahal lagi ada sidang.

Di Canberra gue dua kali makan di luar. Pertama makan ala Barat dan kedua ala Turki. Enak enak. Nyam~

Jangan tanya gue harganya ya, semua akomodasi gue ke negeri kanguru ini dibayarin pemerintah Aussie.

Beres kegiatan di Canberra, Rabu sore gue sempetin jalan-jalan (jalan kaki) di sekitaran hotel. Beda sama tempat lain yang suka banyak transportasi umum, ini gue cuma liat bus, itu pun kayaknya trayeknya pada jauh-jauh. Takut kesasar jadi gak berani naik.

Akhirnya cuma muter-muter gak jelas dan mampir ke salah satu tokonya. Sekitar jam 19.00 balik hotel dan memilih buat garap kerjaan. Hal gak asik adalah, wifi di hotelnya sering ngadat. Bikin batere cepet abis. ZzZ

Tobe contiunued...

Wednesday, 22 February 2017

(Bukan) Soal Tegetebete

source: here
Secara fisik, apa yang lebih menyebalkan dari cowok kurus berkacamata dan berpakean rapi. Rasa-rasanya gue akan langsung gesrek saat itu juga kalo nemu.  

Gak, gue gak lagi bahas tegetebete. Meskipun emang ciri-ciri di atas adalah tegetebete banget. Eits, selain ciri-ciri di atas, poin lebih tegetebete adalah otak dia encer. *masih dibahas

Etapi bener sih, siapa coba yang gak pengen punya pasangan yang pinter (untuk hal positif). Pinter gak harus nilai atau IPK-nya tinggi lho ya, berwawasan luas juga gue golongkan termasuk orang yang pinter.

Asik banget gak sih ketika lo sama pasangan lo nyambung untuk semua tema obrolan. Kalo kita mau bahas apapun, dia akan tau, baik itu sedikit ataupun banyak. Uwuwuw~

Sekian.. alias gue gak tau bahas apa lagi.